Berita DaerahBerita TerkiniKabar LampungTulang Bawang

Bangun Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, Tulang Bawang Apel Siaga Bencana

Tulang Bawang (TR)- Untuk membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama menghadapi keadaan darurat bencana, Pemkab Tulang Bawang melaksanakan apel siaga bencana di halaman Kantor Bupati Tulang Bawang, Senin 5 Desember 2022.

Apel dilaksanakan untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.Tuba

Dandim 0426/Tulang Bawang Letkol Triano Iqbal mengatakan, kegiatan tersebut untuk memastikan ketersediaan dan kesiapan berbagai peralatan dan logistik dalam penanggulangan bencana.

Sehingga, lanjutnya, peralatan tersebut telah siap saat digunakan pada momen tanggap darurat bencana.

“Ini penting juga untuk meningkatkan koordinasi, kolaborasi dan memastikan peran setiap stakeholder dalam upaya penanggulangan bencana cuaca ekstrem,” kata Dandim saat menjadi inspektur upacara menyampaikan pesan Bupati Tulang Bawang Winarti.

Menurutnya, Tulang Bawang merupakan wilayah Kabupaten yang rawan beberapa jenis bencana seperti banjir, cuaca ekstrim, angin puting beliung, kebakaran hutan, abrasi dan kekeringan.

Dalam momen ini, berbagai perlengkapan penanggulangan bencana dihadirkan diantaranya yakni tenda pengungsian, tenda keluarga, perahu karet dan nopel, mesin hisap, water treatment, kantong jenazah, mobil dapur lapangan, mobil rescue, motor ATV, motor TRC serta mobil logistik.Tuba

Usai kegiatan, Bupati Winarti bersama Dandim dan seluruh pejabat dari sstakeholder terkait melihat kondisi dan kesiapsiagaan personel serta peralatan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meminta warga untuk selalu waspada adanya potensi bencana alam.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Tulang Bawang, sedikitnya 36 kampung di wilayah Tulang Bawang berpotensi terjadi bencana alam. Diantaranya angin puting beliung, banjir dan lainnya.

Beberapa kampung yang rawan bencana angin puting beliung ada di lima kecamatan. Total terdapat 15 kampung yang terdata rawan bencana alam angin ribut tersebut.

Diantaranya yakni di tiga kampung yang ada di Kecamatan Banjar Agung: Dwi Warga Tunggal Jaya, Tri Tunggal Jaya, dan Mulya Jaya.

Kemudian empat kampung di Kecamatan Banjar Margo: Agung Dalam, Sumber Makmur, Purwajaya, dan Agung Jaya.

Dilanjutkan lima kampung di Kecamatan Rawa Pitu: Gedung Jaya, Bumi Sari, Duta Yoso Mulyo, Andalas Cermin, dan Rawa Ragil.

Selanjutnya dua kampung di Kecamatan Dente Teladas: Pasiran Jaya dan Pendowo Asri.

Dan terakhir satu kampung di Kecamatan Meraksa Aji: Paduan Rajawali.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tulang Bawang Kanedi mengatakan, masyarakat setempat harus selalu siaga atas potensi bencana alam tersebut. Apalagi Kabupaten Tulang Bawang dalam beberapa hari terakhir selalu diguyur hujan.

Untuk meminimalisir kerugian dan jatuhnya korban jiwa, BPBD Tulang Bawang gencar melakukan sosialisasi tanggap bencana. Khususnya untuk warga yang tinggal di bantaran Way Tulang Bawang.

Menurutnya bencana alam tidak dapat diketahui kapan akan terjadi. Namun jumlah kerugian dan korban jiwa dapat di minimalisir dengan koordinasi dan gotong royong bersama.

Dia menjelaskan, bencana alam yang hampir setiap tahun menimpa warga Tulang Bawang yakni banjir. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Way Tulang Bawang.

“Setiap hari kami memantau debit air Way Tulang Bawang. Ini sebagai bentuk kontrol dan antisipasi karena sewaktu-waktu air bisa naik,” katanya belum lama ini.

Kanedi mengungkapkan, beberapa kampung dan kelurahan yang rawan bencana banjir ada di tujuh kecamatan.

Diantaranya tiga kelurahan di Kecamatan Menggala: Menggala Kota, Menggala Selatan, dan Menggala Tengah.

Lima kampung di Kecamatan Rawa Pitu: Panggung Mulyo, Andalas Cermin, Duta Yoso Mulyo, Bumi Sari, dan Gedung Jaya.

Kemudian tiga kampung di Kecamatan Menggala Timur: Bedarow Indah, Sungai Luar dan Menggala.

Dua kampung di Kecamatan Dente Teladas: Pasiran Jaya dan Pendowo Asri.

Selanjutnya empat kampung di Kecamatan Gedung Meneng: Bakung Udik, Gunung Tapa, Gedung Meneng, dan Bakung Ilir.

Dilanjutkan dua kampung di Kecamatan Gedung Aji Baru: Mekar Asri dan Mesir Dwi Jaya. Dan terakhir dua kampung di Kecamatan Gedung Aji: Penawar dan Gedung Aji. (ADV).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button